\

Senin, 14 Januari 2013

Sesuatu Untuk Dijelaskan dan Kepedulian

Selalu aku berfikir mengenai "menghilang". Ya menghilang..
Menghilang dari kerumunan orang-orang. Menghilang dari jutaan pertanyaan. Menghilang dari tempat dimana aku harus memilih. Menghilang dari suatu hal yang selalu menjatuhkan ku. Menghilang dari....banyak hal disini.

Banyak pertanyaan yang datang, seolah berusaha melumpuhkan ku. Selalu ingin aku menangkis, namun sial. Justru pertanyaan itu yang menangkis ku, hingga menjatuhkanku. Mendorongku untuk terdiam dan menangisi banyak hal.

Menangisi banyak hal. Dengan kata lain, menyesali banyak hal (juga). Bisakah aku bangkit? Bukan hanya mematung seperti ini.

Terlalu banyak air mata kepedihan. Air mata penyesalan. Air mata akan rasa iri. Air mata kesendirian.

Bisakah aku bercerita tentang semua yang aku pendam? Tentang yang aku rasakan?  Tentang hal yang selalu menimbulkan rasa penyesalan juga rasa ingin akan suatu kebersamaan? Sayangnya jawaban itu, tidak...

Mengapa sampai saat ini seperti tidak ada yang mencoba peduli? Yang tiba-tiba datang dan berkata "menangislah, pundak ku kosong, kamu bisa bersandar, kapanpun kamu mau. dan aku tidak akan bertanya mengapa kamu, sampai kamu sendiri yang ingin berkata bahwa kamu sedang dalam keadaan jatuh."

Menghilang itu pengecut. Tapi aku ingin. Bukan karna aku pengecut. Tapi aku muak, lelah dengan segala sandiwara yang terjadi. Terlalu banyak skenario yang dibuat dan dibuat lagi, terutama untuk menutupi sebuah kebohongan, kemunafikan, keegoisan semata. 

Seandainya aku memiliki kesempatan untuk memilih, sejak dulu aku memilih "tidak" atau memilih pergi saja dan memilih untuk melakukan suatu hal untuk sebuah kebersamaan yang indah.



2 komentar:

  1. ciyeee...anak ndeso sedang galau wkwkwkw
    nangis ! mbrambangi !

    BalasHapus
  2. cieee almaas nggak nangis cieee:p cie ayu soktau cieee:p

    BalasHapus